Langsung ke konten utama

Istirahatlah Wahai Ibu Hamil...!!!

Sebuah temuan penelitian yang diterbitkan di Occupational & Environmental Medicine memaparkan terdapat hubungan antara ibu hamil yang bekerja lebih lama melakukan posisi tubuh yang melelahkan kaki (berdiri, berjalan jauh, dan sebagainya) dengan kondisi potensi melahirkan bayi dengan ukuran lebih kecil.

Disebutkan ibu hamil yang bekerja bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu dengan memforsir aktivitas kaki, seperti teller bank, mengajar, dan sebagainya memiliki potensi melahirkan bayi dengan ukuran lingkar kepala rata-rata 1cm lebih kecil dari ukuran rata-rata normal.

Partisipan penelitian yang diteliti adalah para ibu hamil yang tengah bekerja dengan rentang kisaran 25 hingga 40 jam kerja dalam seminggu. Ditemukan wanita yang bekerja lebih dari 40 jam kerja dalam seminggu memiliki ukuran bayi yang lebih kecil dibandingkan wanita yang bekerja kurang dari 25 jam kerja dalam sepekan.

Perbedaan berat dan ukuran kepala bayi ditemukan secara signifikan pada usia kehamilan memasuki trimester ketiga dan seterusnya. Namun demikian, penelitian ini belum dapat menunjukkan apakah perbedaan ukuran bayi yang ada mempengaruhi dalam waktu jangka panjang atau tidak.

Penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin dr. Claudia A. Snijder dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda ini menghimbau ibu hamil yang bekerja akan memasuki masa trimester ketiga harus mulai memperhatikan beberapa aspek berikut ini dalam lingkungan kerjanya, antara lain:

Shift Kerja & Kerja Lembur

Perhatikan jam kerja, untuk lebih disesuaikan dengan stamina dan kemampuan fisik. Usahakan semampu mungkin untuk menghindari terjadinya kelelahan.

Posisi Berdiri

Hindari posisi berdiri yang terlalu lama. Dari hasil penelitian yang ditemukan 40% dari ibu hamil yang diteliti harus melakukan aktivitas yang melelahkan kaki selama bekerja. 45,5% bahkan harus berjalan kaki jauh.

Disarankan para ibu hamil yang tengah memasuki usia kehamilan trimester ke3 dan masih bekerja untuk mengubah pola dan gaya kerja yang lebih sesuai dan menyehatkan demi kepentingan ibu dan calon bayi.

Sumber : Dampak Kerja Berlebihan Pada Ibu Hamil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lacak Kiriman Via Pos Indonesia

Update : 22 April 2015 Bagi pembeli bahkan penjual selalu ingin memantau keadaan dan perkembangan kiriman paket mereka, oleh karena itu Pos Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk mengetahui perkembangan paket kiriman mereka dengan adanya layanan track dan trace sebagaimana dibawah ini. Cara penggunaannya sangat mudah, hanya dengan cara menginput masuk pada kolom yang disediakan no. Resi yang terdapat dibawah barcode pada lembar slip Bukti Terima Kiriman Pencarian kiriman WeselPOS. Masukkan No. Kiriman (No. Resi) Keluhan & Informasi Semoga bermanfaat...

Daftar Lengkap Produk HPAI April 2015 | Lembar Terakhir

Lembar terakhir lanjutan dari Daftar Lengkap Produk HPAI April 2015 | Lembar 3 . Berikut ini adalah daftar lengkap produk Online Store | Toko Online HPA Indonesia . Untuk membeli produk silahkan Klik link nama atau gambar produk yang bersangkutan. StimFibre | Herbal serat alami atasi penuaan dini, meredakan stress, mengurangi rasa letih, meningkatkan kesehatan kulit, mencegah eksim, jerawat, peremajaan sel tubuh, Susu Kambing Etta Goat Milk | Susu Kambing Etta Goat Milk sangat baik untuk menjaga kesehatan bayi, ibu hamil hingga orang lanjut usia. Obat Kuat Truson | Obat kuat khusus pria dewasa mengatasi disfungsi ereksi, ejakulasi dini, memperbaiki kualitas sperma. Meningkatkan hormon testosteron dan libido, VCO Gold | Mematikan virus, bakteri, jamur, ragi, cacing pita, lice, giardia dan parasit lainnya. Sumber nutrisi dan energi instant untuk stamina.

Kualitas Kesehatan Ditentukan dari Kandungan

Semua asupan dan paparan yang diterima ibu selama kehamilan menjadi penentu utama kehidupan seorang bayi setelah kelahiran. Apakah kelak di usia dewasa ia menderita penyakit jantung, diabetes , kegemukan , atau akan besar menjadi manusia cerdas, semua ditentukan sejak awal di kandungan. Konsep tersebut pertama kali disampaikan oleh David Barker, dokter dan ilmuwan dari Inggris, yang akhirnya dikenal sebagai hipotesa DOHaD. Menurut Barker, paparan zat-zat kimia dan nutrisi yang diterima janin, baik secara genetik dan program mekanisme lain berdampak pada kesehatan dan penyakit di masa mendatang. Menurut dr.Saptawati Bardosono atau dokter Tati, ahli gizi dari Indonesian Nutrition Association, ada banyak faktor yang berpengaruh pada tumbuh kembang seorang anak, salah satunya adalah faktor nutrisi. "Protein dan zat-zat gizi mikro sangat diperlukan di awal kehamilan karena nutrisi itu dibutuhkan untuk perkembangan sel-sel. Nantinya sel-sel ini akan membentuk jadi sel hati , sel pankre...